Saturday, February 25, 2012

Renunganku

Renunganku

Aku pernah mendengar topik ceramah tentang sedot pahala,yang disampaikan ustadz AG.Beliau guru SMA-ku dulu yang sangat ramah serta menghormati siapapun lawan bicaranya.Mungkin dia contoh dari seorang muslim yang betul-betul mendalami,melaksanakan dan meneladani sifat Nabi,subbahanalloh.Betapa aku masih jauh dari itu,bahkan sangat-sangat jauh.

Menapaki kehidupan dewasa,sungguh tak mudah yah ? Apalagi harus jauh dari orang terdekat.Masalah kecil seakan jadi duri yang menyakitkan sekali.Mungkin memang betul,kualitas keimanan seorang hamba itu kadang naik turun.Setidaknya itulah aku.Ujian seakan tak pernah berhenti,satu pergi,satu kembali.Apa ini dunia orang dewasa? Kenapa semua tidak berkurang sakitnya di hati ini,tak seperti saat aku masih kecil.Masalah bisa reda dengan tangisan saja.Tapi sekarang malah membebani sekali.Sering aku merenung,apa karena aku kurang bersyukur.Jika sedang terkena hal yang sangat pelik,mendengar ceramah rasanya benci sekali,seakan mereka itu tak faham akan kekecewaan yang aku rasakan.Ingin rasanya hanya membenci objek yang telah membuatku sakit,sedemikian sakit.Tapi apakah dengan kebencian,lantas aku akan menjadi baik ?

Sun Tin Village-Tai wai Februari 2012

Untuk sekedar membantuku agar lebih sabar,hari itu aku berpuasa.Meskipun itu tak sedikit mengurangi kesedihan dalam hatiku.Tugas kerja seakan menambah berat hari-hariku.Kaki melangkah gontai menelusuri jalan setapak,yang bersih sekali tak ada sampah satupun.Di sebelah kiri ada beberapa pasangan sejoli bersepeda menghabiskan waktu senja berdua,diantara garis sinar matahari sore yang menembus dari dahan-dahan pohon yang rindang.Kulihat wajah mereka bahagia sekali.Dunia masih indah,tapi aku di luar arena indah itu,meski mereka sangat dekat jaraknya.Apa betul,bahagia itu sebuah pilihan ?

Masih jauh,rasanya lama sekali untuk sampai ke tempat yang aku tuju,Helene Studio.Sanggar lukis milik seniman asal Jepang,dia juga ramah meskipun tidak seiman denganku.Jelas keramahannya hanya faktor profesionalisme saja.Yang juga sering aku praktekan,aku dan dia sama-sama belum sempurna.

Masih harus melewati belokan dekat bukit “Amah Rock”itu,lantas menyebrang jalan.Tempat ini tidak terlewati jalur “mini bus”jadi tak ada pililhan lain selain berjalan kaki.Aku menunggu jalan agak lengang,karena tak ada jembatan penyebrangan,ini sisi perkampungan di Hong Kong yang masih bersih dari polusi metrolpilitan.Pohon tinggi memenuhi kiri-kanan jalan.Mirip kampung Bunijaya,Gunung Halu Bandung tempat dimana aku menghabiskan masa kecilku dulu.Bedanya hanya tidak ada perkebunan teh saja.

Jalan sudah sepi,tapi mataku menghentikan langkahku.Kaku dalam diam.Terpekur untuk beberapa saat,seperti ada bongkahan batu tajam menghujam jantungku saat kulihat sebuah “school bus” berhenti tak jauh dari tempat aku berdiri.Aku bisa jelas sekali melihat satu per satu penumpangnya yang menunggu giliran untuk dijemput keluarganya.Wajah mereka tak terlihat senang,tak juga terlihat sedih.Berparas dewasa tapi tak kutemui kedewasaan dari sikapnya,mereka masih butuh bantuan orang lain.Ada yang duduk di kursi roda sambil senyum sendiri melihat awan yang menutup jingga matahari,ada yang meminum air dari sedotan botol yang digenggam penjaganya,sebagian jatuh kelantai tak sempurna ia menelan kesejukan air minum itu,mata dan hatinya seperti tak sejalan.Bahkan aku tak yakin kalau dia itu merasakan air itu sejuk.Mungkin.Lalu satu dari mereka dipangku turun oleh petugas,dipindahkan ke kursi roda keluarga yang menjemputnya,tubuhnya kurus dan jauh dari sebuah kata sempurna.Pemandangan ini tak jauh beda kulihat juga dari penumpang lainya yang turun satu per satu.Aku baca logo “school bus” itu,rupanya mereka mudir Sekolah Luar Biasa(SLB).Tuhan,maafkan aku.Tuhan,terimakasih Engkau masih memberikan fisik dan akal yang sempurna padaku.Semoga ini bisa jadi bekalku menjalani hidup,yang aku yakin tak mudah,tak juga selalu  indah tapi injinkan hamba selalu bersama-Mu.

Kupaksakan kaki untuk terus melangkah,menyebrang jalan dan meninggalkan “school bus” itu,yang sudah memberikan aku kesadaran akan nikmat Tuhan,lebih besar dari ujian hidup yang aku alami.Bekal kesempurnaan ini harusnya bisa membuat aku menjadi manusia yang sempurna.Berjalan dan terus berjalan,kini aku berada tepat di bawah bukit “Amah Rock” yang letaknya dekat dengan Helene Studio.Ada sebuah kisah,entah mungkin itu legenda dari penduduk setempat tentang asal mula kenapa bukit ini di beri nama “Amah Rock”.Amah mempunyai arti ibu,rock berarti batu,batu seorang ibu.Bukit ini tak terlalu tinggi,namum tepat di puncaknya ada sebuah batu berbentuk seorang ibu yang sedang menggendong bayi.Meski dilihat dari dekat-jauh,kiri-kanan,depan-belakang,tetap saja batu itu mirip seorang ibu yang menggendong bayi.Konon,pada jaman dulu kala,tinggalah seorang wanita di perkampungan dekat bukit itu berserta suaminya.Suatu hari sang suami pamit untuk mencari ikan,dia adalah seorang nelayan.Kemudian istrinya yang sedang hamilpun mengijinkannya.Satu hari berlalu,tapi sang suami belum pulang.Hari demi hari berlalu,sang istri sabar menunggu kepulangan suaminya bahkan hingga sang bayi lahir.Istrinya sangat setia menunggu,setiap hari menggendong bayinya ke atas bukit itu untuk kepulangan suaminya dari laut.Dewa laut yang telah tahu bahwa suaminya meninggal saat menjadi nelayan.Dewa itu merubah sang istri dan bayinya menjadi simbol kesetiaan sang istri pada suaminya,hingga sekarang batu itu masih ada dan aku bisa melihatnya.Tapi bagaimana dengan kesetiaan jaman sekarang ? Sepertinya aku belum pernah menemukan,atau itu hanya masalah waktu saja yang belum berbaik hati padaku ? Entah.

Dari cerita legenda itu aku sedikit belajar,bagaimana takdir itu memang terkadang pahit.Bahkan saat kedua belah pihak(istri dan suami)itu baik,saling bertanggungjawab dan setia,mereka harus tetap berpisah,berpisah oleh takdir.Yang membedakan adalah nilai kebaikan yang sudah mereka dapat,bukan pada hal apa yang mereka raih.Pertemuan dan perpisahan itu milik Tuhan.Aku mengetuk pintun langit,semoga dimudahkan jalan menuju kepada pribadi yang lebih mawas diri dan lebih baik lagi.Aku tak perduli harus bertemu dengan banyak orang yang tak baik,asal aku tetap berusaha untuk baik,biar Tuhan saja pelindungku.Ku masuki Helene Studio,tepat sebelum mahgrib tiba.

Kembali pada apa maksud dari sedot pahala  yang disampaikan ustadz AG waktu itu?Katanya saat dihari pembalasan nanti,saat amal kita diperhitungkan oleh-Nya.Mungkin kita membawa bekal amal,baik sedikit ataupun banyak.Tapi amal kebaikan tersebut akan tersedot pahalanya,alias berkurang andai kita pernah menyakiti atau jahat pada orang lain,siapapun itu.Orang tua,suami,teman,pacar dan orang-orang yang pernah kita temui selama kita hidup.Ya Tuhan,selama ini aku selalu merasa tersakiti,padahal pasti aku juga pernah menyakiti.Lalu apa untungnya? Jika semua itu hanya akan mengurangi catatan amal yang sudah aku perbuat,bahkan dalam keadaan paling sulit.Apa arti sholat ini? Apa arti puasa ini? Apa arti ibdahku ini? Jika aku belum bisa memaafkan? Semua hanya sia-sia ? Wahai hati,wahai daging yang jadi cermin jiwaku,berdamailah…maafkan dia,maafkan dirimu,maafkan semua orang yang kau anggap menyakiti itu.Agar usahaku untuk menjadi hamba yang baik bisa tercapai.Agar amal kebaikannku tak tersedot oleh siapapun.Jika memang bercinta hanya membuatku lebih sulit untuk menjadi baik,mari hati..mari bantu aku untuk bersabar saja,hingga ada jodoh dari-Nya.

Tetap percaya,tetap di sampingku..
Ku akan bertahan dengan semua beban
Walau terluka hatiku
Kala senja telah hilang dan tenggelam,kala hati telah terluka dan terbuang
Sekuat mungkin ku akan membuktikan,bahwa senja pasti akan tergantikan fajar

Sunday, February 19, 2012

The Ten Thousand Buddhas Monastery


The Ten Thousand Buddhas Monastery

Hai kawan,bagaimana rasanya setelah satu pekan kita disibukan oleh pekerjaan ? Sudah pasti penat sekali.Belum lagi kita banyak dihadapkan dengan permasalahan hidup yang bertubi-tubi.Nah,ibaratkan tubuh yang merasakan letih,pemikiran kita juga butuh istirahat.Bagaimana agar bisa merasa lebih rileks? Selain lebih rajin mendekatkan diri pada Tuhan,secara alami dengan memanjakan pandangan mata pada lingkungan yang damai akan membawa ketenangan tersendiri.Saat kita menghabiskan waktu libur di akhir pekan,jangan mendatangi tempat yang ramai jika ingin mendapat sensasi istirahat untuk pemikiran yang lebih tenang.

Tentunya banyak sekali taman kota yang tertata rapi di Hong Kong,baik itu daerah New Teritories(NT)atau HK Side.Jika kamu bosan dengan hiruk-pikuk metropolitan dan hobi”hiking”coba kunjungi tempat yang saya jamin asik,damai dan asri.”The Ten Thousand Budhhas Monestery”atau lebih singkat Ten Thousand Budhhas(THB)adalah sebuah biara tempat sembahyang penganut agama Budhha-HK.Tentunya kita berkunjung,bukan untuk ikut bersembahyang.Jangan khawatir,kita tidak usah masuk pintu gerbang,tapi ambil jalan disebelahnya.

Baik,jika kamu tertarik untuk berkunjung sekedar mencari suasana lain untuk liburanmu,saya akan sedikit kasih informasi bagaimana agar kalian bisa sampai ke lokalisasi dengan tepat.Letaknya di ketinggian  Pai Tau Village-Shatin Distric Council,HK.Dari KCR Shatin Station,kamu keluar exit B,tepatnya bus stop,belok kiri ke arah pejalankaki(pedestrians)-Pai Tau Street menuju Grand Central Plaza.Jika sudah sampai tepat di depan pintu gerbang,tidak usah masuk.Tapi ambil arah kanan,tepatnya sebelah belakang gedung Shatin Government Office.Nah,nanti kamu akan disambut patung-patung emas Budhha(dewa) yang berjejer rapi disepanjang jalan pendakian hingga ke puncaknya.Jika penasaran,kamu boleh hitung apa betul jumlah patungnya 10 ribu seperti nama biara tersebut ?

Sudah paham kan untuk sampai kesana ? gampang,karena strategis.Namun sebelum memulai perjalanan,jangan lupa siapkan bekal makan dan minum secukupnya.Jika belum sampai puncak,kamu bisa pelan-pelan mendaki sambil menikmati pemandangan alam dan boleh makan asal tidak membuang sampah sembarangan.Tapi jika sudah di puncaknya,petugas akan melarang kalian untuk makan.Mungkin karena tempatnya sudah dianggap”secred/suci”oleh mereka.Ada beberapa biara dan patung dewa-dewa bagus,serta pemandangan indah dari sini.

Untuk jalan pendakian ini terbuka untuk umum setiap hari dari jam 9 pagi hingga 5 sore.Ajak teman agar lebih seru.Pada waktu tertentu,tempat ini akan dipadati pengunjung baik lokal maupun “mainland”terutama pada hari paesan/sembahyang agama Budhha.Tapi kita tidak usah khawatir,karena mereka melalui pintu gerbang dan eskalator,yang akan mengaktarkan mereka kehingga ke puncak.Dan jangan coba-coba mengikuti mereka ya ! karena malas jalan mendaki dulu saya pernah ikut naik eskalator itu.Ga’ tahunya itu tempat mereka mengunjungi para keluarganya yang sudah meninggal dan abu-nya di tauh di situ.Serem sih,tapi pengalaman seru yang ga’ bisa saya lupakan hehehehe…jadi inget ya,kawan jangan naik eskalator,tapi ambil jalan kanan yang banyak patungnya itu.
 
Semoga bermanfaat,thanks for reading !

Saturday, January 7, 2012

Bu Kepsek


        Well... life must go on, work has to be done. It is useless to just complain, regret  and just wait for the good will of the institutions. Many Non Government Organizations born among those workers, to struggle for better mechanism and giving the instant shelter to friends in need. Nowadays, many workers join learning centers and some seminaries in order to improve their knowledge and abilities in their leisure times. They positively take action and learn from their live and saving for the better future...

***
Suaraku yang nyaring dan tidak merdu,mengisi seluruh sudut ruangan di kantor tempat dia bekerja.

"Hey..anita,bukan gitu nadanya orang pidato ko' kaya neriakin maling !"Ujar suara  perempuan manis dengan logat batak yang masih samar terdengar.

Aku hanya tertawa,dia itu memang kritis tapi baik hati dan banyak sifat kekokohan seorang perempuan ada padanya.Di Hong Kong,tak banyak kawan yang aku kenal,setidaknya itu mungkin pengaruh sifatku.Aku tak begitu suka bergaul dengan orang yang tidak jelas,apalagi tak punya guna.Hanya bikin pusing,dan menyendiri di masjid sambil ngaji itu pilihan terakhir bagiku jika tidak ada kegiatan saat libur.

Nama lengkapnya mungkin tak banyak kawan BMI yang tahu,tapi kalau sudah mendengar nama'Bertha"pasti jarang sekali dari BMI yang tak tau.Terutama mereka yang pernah menjilat dunia pendidikan di-HK.Dia itu guru bahasa inggrisku saat sekolah kesetaraan SMA-GITC sekitar tahun 2009. Bu'kepsek itu julukan yang kami berikan padanya.

Setelah lulus SMA,memang kami jarang sekali bertemu.Hanya sesekali lewat dunia maya,tapi dia tetap bu'kepsek yang 'care' bagiku.Saat itu aku ingin ikut lomba pidato berbahasa inggris,meski dengan teks sederhana yang aku point-kan pada pembelajaran untuk masa depan yang lebih baik.Dia menyuruhku untuk datang ke kantor barunya,proses editing teks pidato pun di mulai,dengan gaya seru.Aku yang kadang ngotot,di tuntut harus nurut,tapi hasilnya sungguh memuaskan.Inti dari hal yang ingin aku sampaikan sekarang bisa tertata rapi.Dan pada hari-H lomba meski dengan suara gemetar,juara favorit bisa kudapat,thanks to bu'kepsek !

Merantau di negeri orang,dengan tantangan dari berbagai aspek.Sulit menemukan kawan yang baik rupa dan hatinya.Aku sempat sekolah di YMCA-HK,kejar waktu lari kiri-kanan sambil mencari job baru.Sedih sekali pada saat wisudaku tiba,tidak ada keluarga yang bisa datang,maklum mereka jauh di Indonesia.Aku juga tak punya bayak waktu untuk sekedar beli kamera,hariku terkuras untuk belajar dan kerja.HP-ku berdering mengantarkan suara bu'kepsek dari Sheung Wan-HK:
"Hey anita..aku libur,bisa datang ke wisudamu besok,tenang saja aku traktir kamu makan nanti,aku rekam juga saat kamu pentas tarian Aceh itu yah..kameraku bisa di zoom,jadi mukamu yang bulat tetap bisa aku lihat hahaaa"

Sikap seorang kawan baik,yang entah masih ada tidak kembarannya.Bagi orang lain dia mungkin galak,namun bagiku dia itu galak juga sih.. tapi baik hatinya.

Pernah suatu hari aku nyeletuk..
"Mba ,bidang apa yang paling mba sukai?"
"Aku akan fokus di pendidikan !"

Sekarang kami sudah jarang sekali bertemu karena kesibukan masing-masing.Tulisan ini aku peruntukan buat bu'kepsek.Semoga bisa menjadi tanda,betapa banyak memori berat dan indah yang sangat aku simpan rapat di relung hatiku,terbalut rapi ucapan terimakasih dan do'a semoga dia semakin sukses !

*Dedicated to Bertha Eliana Siagian

Belum Ada Judul

Jeritan suara tangis mahluk malam
Masih mengisi di sudut pagi
Seakan enggan terima hari
Berat dilangkah,berat di hati

Musim kian membuatku beku

Menunggumu dalam jemu
Raut wajah terbalut embun
Roda menit seakan tahun

Mungkin nanti setelah musim semi
Burung mampu kepakan sayap
Bunga mawar hilangkan senyap
Dan..aku kan berhenti meratap

Kekasihku,malam ini
Hamba datang kepada-Mu
Tuliskanlah garis indah
Dalam penantianku insan lemah
***
Rasanya tak cukup jutaan puisi kutulis untuk sekedar meringankan beban.Beban akan rasa cinta pada benda hidup dan benda mati yang ada disekelilingku.

Pagi buta,saat mentari masih nyaman di peraduannya,aku melipat selimut tebal itu yang membuatku tidur lelap sekali tadi malam.Tubuhku mengigil sejenak tak mampu melawan suhu musim dingin yang mencekik urat nadi.Sudah 5 tahun aku begini.

Gontai kumenuju kamar mandi,wudhu terus ku tarik syal panjang corak bulat telur,yang selalu menggantung di balik pintu kamar.Tempat di mana aku mencari sedikit terang,kenyamanan dalam iman.Lengakap dengan mukena warna cokelat muda,jelas aku tak suka,aku lebih suka biru.Tapi kesukaan itu tak harus melebur jalan untuk sujud.Boleh jadi apa yang aku jalani,bukan yang aku suaki.

Kini aku terlarut dalam keheningan pagi.Seusai do'a,kusebut nama mahluk yang begitu aku cinta,ayah,ibu dan keluargaku serta orang yang menyayangiku hari ini,dan yang pernah kusakiti.Tak terasa butiran hangat mulai mendidih di pelupuk mata ini.Jika setiap hari aku hanya begini,menjadi seseorang yang begitu kerdil.Sungguh hanya karena Tuhan menutupi aib-aib ku,hingga masih ada orang yang berkenan menjadi kawan,menjadi bagian dari hari-hariku.Jika saja Tuhan membuka segala aib itu,sungguh aku tak lebih dari seorang yang penuh dosa.

Kemudian mataku menatap segi empat,yang sudah beberapa minggu ini tergeletak tak berdaya,pecah entah kenapa.Justru pada saat aku sangat membutuhkannya untuk membuat laporan,laptop itu menghembuskan nafas terakhir.Tanpa sebab yang jelas,rasanya separuh nyawaku lepas.Huh..sungguh terlalu ! Bagaimana tidak ? Untuk membelinya saja,orang sekelasku harus tidak jajan selama 5 bulan.Eh sesukanya dia mati belum genap 1 tahun lagi.Begitulah,kecintaan pada benda mati itu tidak abadi,tergantung dia berguna atau tidak.

***Nuju horean nanaon..keuheul !

Tuesday, January 3, 2012

Ayam Kecap HK-Style

Tulisan ini,saya peruntukan buat kalian yang suka makan ayam,gaulnya ayamer's kali yeh ? Berhubung sedang heboh lagi wabah flu burung,pada saat ini mayoritas pasar tradisional di Hong Kong(HK)tidak menyediakan ayam segar/baru dipotong,apalagi yang masih hidup.Semua toko ayam'clouse'entah sampai waktu yang belum bisa ditentukan.Bagaimana dengan daerah Anda?

By the way..bus way,semoga tidak terlalu lama wabah ini berlagsung,kasihan mereka yang mencari nafkah dari unggas yang satu ini.Okey,inti dari apa yang ingin saya tulis hari ini yaitu tips/resep membuat ayam kecap atau di HK terkenal dengan istilah'SIYAU KAI'.Ini sejenis masakan khas chinese,jika Anda berkunjung ke HK,sangat mudah menjumpai restoran yang menyajikan menu siyau kai.Biasanya digantung di depan toko,bersama bebek dan burung dara yang diolah dengan cara relatif sama.Nah,untuk tempat yang menjual siyau kai yang paling enak,meurut lidah saya itu di Wan Chai-HK side.

Baik,langsung saja.Silakan ambil pena dan buku,karena saya sudah praktek lama(praktek di dapur)dan menurut si boss,rasanya jauh lebih enyaaaak..

BAHAN :
1.Satu ekor ayam segar/fresh,cuci bersih,keringkan pakai tisseu,jangan buang lemaknya agar kulit ayam   mengkilat pas matang.
2.Dua iris jahe agak tebal,bawang putih(semua di plak..gitu pakai pisau)
3.Dark dan light soya sauce(merk KIMLAM GRADE-A)
4.Gula batu/rock sugar

CARA :
1.Panaskan wajan(usahakan pakai yang agak cekung),tumis jahe+bawang putih samapai harum,kemudian masukan ayam.Di balik hingga seluruh kulit ayam agak kekuning-kuningan.Matikan api,angkat ayam.
2.Masukan dark dan light soya sauce kedalam wajan tadi(light=1/4,dark=1/8 dari ukuran botol).Tambahkan air,kira-kira agar ayam tertutup setengah badan.Masukan gula batu,didihkan sambil kita cicipi agar tidak terasa terlalu asin,bisa ditambah gula batu lagi hingga rasanya pas.
3.Kemudian masukan ayam,putar menggunakan sumpit,atau siram-siram kuah tersebut ke ayam,jangan hanya didiamkan karena kulit ayam bisa rusak,masak sekitar 45 menit atau hingga kuah mengental dengan api sedang.Nah,jika air sudah menyusut maka ayam akan terlihat mengkilat,karena pengaruh gula dan soya sauce tadi.Untuk meyakinkan bahwa ayam sudah matang,boleh tusuk pakai sumpit,jika tidak berdarah dan empuk,berarti sudah matang.
4.Tiriskan ayam di atas nampak/piring sebelum di potong sesuai selera.
5.hidangkan bersama nasi putih,dan kuah soya sauce/siyau tadi boleh di tambahkan jika suka.

Selamat mencoba ^_^

Saturday, December 31, 2011

Awal Tahun Bersamamu

Dari sore,kawanku sudah mengajaku untuk pergi melihat pesta kembang api tahun baru di Hong Kong side sana,tapi aku tolak karena tempat kerjaku yang jauh dari pusat keramain kota itu.Tepatnya di City One-Shatin,NT itulah tempatku mencari rezeki bersama keluarga kecil beragama Kristen yang taat.Sejauh ini mereka memberikan aku kebebasan untuk beribadah sesuai agama yang aku yakini,kami saling menghormati.

Mataku masih enggan terbuka,tapi karena kebelet pipis ..memaksaku untuk bangun.Sungguh situasi menyebalkan,karena ini liburan tahun baru,aku tak ingin bangun awal,bahkan niat untuk sholat subuh kodho saja,saking aku ingin istirahat total.

Ku buka pintu kamar pelan sekali,takut membangunkan yang lain.Tentunya sambil miring,mataku buka satu saja,dan...jantungku hampir saja copot,atas kehadiran sesuatu dihadapanku,kucing.Wow..kaget banget !
Dengan wajah tanpa rasa bersalah dia menggeliat disela-sela kaki ku,ih jengkel rasanya.Kata orang,naluri kucing itu sangat sensitif dan cenderung tahu watak manusia,jika manusia itu baik,gelisah,sedih maka kucing akan sangat peka dan mengerti apa yang kita rasakan.Dan entah apa arti dari sambutan dia padaku pagi ini,awal tahun yang tak terlalu berkesan untukku.



Gontai langkahku menuju toilet yang tak jauh dari kamar tidurku.Setelah melakukan apa yang membuat tidurku terbangun,aku memutuskan untuk mengambil wudhu saja,karena pasti susah untuk tidur lagi.Kemudian diiringi langkah kucing dari belakangku,aku masuk ke kamar.Sebuah mulut imut menyambutku dengan panggilan khas-nya padaku..
"Cousan cece/selamat pagi kaka"Itu suara anak boss yang aku jaga,kini usianya 5 tahun dan biasa ku panggil Yahudi kecil.
"Cousan Heyan..emsai kemco heisan,kemyat cece fongka,lei tu emsai fanhok,hoi fenkau homo'a?/Pagi Heyan..nggak usah bangun sepagi ini,hari ini kaka libur,kamu juga nggak usah sekolah..tidur lagi yah?"Jawabku,sambil elus pipinya yang mirip pipiku itu,gembil dan lucu.Mata Heyan berkerling,tanda dia sudah 100% terbangun,aduuuuh..bahaya ini.Mana aku belum sholat ! Beginilah hari-hariku bekerja di rumah si Yahudi kecil.Karena ingin agar anak mereka tidak manja,maka peraturan dari si boss yaitu menyuruh Heyan tidur denganku"all the time..all the way"


Aku mulai mengenakan mukena,dan sholat subuh disampingnya.Kadang dia itu nakal,berdiri di sebelahku,meniru gerakanku sambil menatapku,lucu sekali.
 

Seperti hari-hari lainya yang sudah aku lalui,aku biarkan saja dia bangun dan memilih tempat bermain dengan puluhan mobilnya.Heyan itu anak perempuan tapi suka bermain dengan mainan laki-laki,dia juga sepertiku,tidak suka memakai rok.Pernah suatu kali,ibunya menelpon dan memintaku mengantar Heyan ke 'party' di acara kantornya,perintah mengenakan gaun malam pun dikatakanya.Tapi si Heyan menentang dan membawa namaku agar ibunya berhenti memaksanya.
"Cece saja nggak pernah pake rok,aku juga nggak mau...pokoknya"Begitu ujarnya sambil menutup telepon.

Kami memang tak ada hubungan darah,tapi karakter Heyan mirip denganku,mandiri dan punya pendirian.menurutku,anak yang pandai dan baik bukan mereka yang selalu nurut kepada apa yang orang tua katakan,tapi mereka yang memikiki jalan untuk menjadi pribadi yang baik lewat caranya yang kadang berbeda dari yang lain,karena kebaikan tidak butuh definisi,melainkan bukti.


Hari-hari bersamanya membuatku tidak merasa seperti bekerja,tapi lebih seperti praktek menjadi seorang ibu.Kadang sering banyak pertanyaan yang dia lontarkan saat kami bermain berdua,yang pada dasarnya aku sendiri tak tahu cara bagaimana menjelaskannya.
"Cece aku ingin punya adik"Ujarnya suatu hari.
"Ya..nanti minta sama ibu dan ayah kamu,okey"Jawabku.
"Bagaimana bisa mereka kasih aku?"lanjutnya.
"Yeh..meneketehe,pokoknya kalau kamu sudah tidak nakal,pasti punya adik.."Aku garuk kepala sambil,nyengir.
"Cece kenapa waktu pipis di sekolah,kawanku si Tom itu tidak duduk ditoilet,dan tidak pakai tissue untuk bersihin?"Tanyanya lagi.
"Haduh..nanti kamu tanya ibumu okey,karena dia laki-laki dan sulit jika duduk"jawabku,singkat dan tak jelas.
"Terus kenapa itunya ga sama sama ituku...?"Lanjutnya sambil menunjuk letak kemaluannya.
"Heyan.. kalau kamu mau main sama cece..kita main orang bisu lagi jualan roti saja,nah kamu beli,cece yang jual,dan kita cuma manggut-manggut nggak boleh bicara"Ujarku,saing jera-nya.

Rupanya mempunyai anak itu kita harus punya wawasan luas,setidaknya harus memberikan penjelasan tentang banyak hal.Sekecil apapun itu.Karena apa yang kita jelaskan itu akan bisa menjadi bekal hidupnya.Sorang anak adalah kertas putih yang bisa dilukis sesuka hati,jadi harus sangat berhati-hati dalam mengajarkan suatu hal,karena meskipun setiap manuisa lahir dengan sifat yang Tuhan anugerahkan sejak lahir,namun lungkungan sangat mendominasi ahlaknya kelak.Terutama yang memegang prioritas adalah lingkungan keluarga,yang dia temui setiap hari.Tugas orang tua itu tidak mudah,dan jasa mereka tak dapat dibalas dengan apapun,karena itu dalam ajaran Islam,kita tetap wajib menghormati dan membalas budi orang tua,bahkan jika mereka non-muslim sekalipun.Betapa mulia,Islam menempatkan para orang tua.

Bayangkan,saat kita umur 1 tahun belum tahu apapun,merekalah yang menjaga kita,tempat berlindung dari segala hal yang buruk.Lalu bagaimana perlakuan kita saat mereka mulai renta?Bayangkan saat kita sakit,berdo'a..Tuhan sembuhkanlah anakku,biar aku saja yang sakit.Lalu apa yang bisa kita lakukan saat kondisi mereka sakit-sakitan?Bayangkan saat usia kita muali menyukai mainan..mereka membelikan yang terbaik termasuk makanan.pakaian dan lainnya,lalu jika kita sudah dewasa,sudahkah memberikan yang terbaik untuk mereka?Ini pertanyaan yang selalu aku sematkan dihati,agar tetap berusaha memberikan yang terbaik,meskipun sampai mati saja aku takan pernah mampu membalas budi kedua orang tuaku.

Awal tahun ini,aku masih mengirim do'a pada malaikat-malaikat yang lewat,agar senantiasa memberikan orang tuaku kebaikan di dunia dan akhirat kelak.Sambil berharap tahun besok aku sudah bisa menjadi orang tua yang bertanggungjawab,padahal suami saja belum punya..hehehe..berdo'a untuk yang ini juga,seseorang yang sudah Allah siapkan untuku mengarungi hidup,semoga kita bisa cepat menyatu dalam ikatan pernikahan yang Dia ridhoi.Inilah awal tahunku,masih berada di negeri beton,masih meniti tangga pelangi,masih berusaha menjadi manusia yang tak menyakiti,masih bergulat melalui hari,masih disini...

Bersama yahudi kecilku,menelan hari penuh sepi.

*Dedicated to my beloved parent,and all parent of you..
  and to my beloved someone,who always support me in difficulties..i lov u.
  Finally..happy new year dear friend,hope we can get our target this year.
  NEW YEAR..NEW HOPE !

Kejora dan Kecoa,Bedanya?

Dulu...waktu pertama kali membuat akun FB,aku sudah gunakan nick name "Kejora".
Karena aku suka,indah aja gitu kesannya.Kejora itu kecil,jauh tapi indah dan mandiri.Beda dengan bulan yang tampak besar,benderang tapi hakikatnya dia hanya memantulkan sinar dari matahari.Itulah alasan kenapa aku memakai nick name "Kejora" seperti yang sedang ku terapkan pada kepribadianku,meskipun badanku kecil tapi aku ingin mandiri,berguna dan di pandang indah oleh orang lain.

Seiring berjalannya waktu...ternyata bukan imej mandiri dan bersinar yang ku dapat.Sebut saja nama sahabatku itu Tia...

"Anita Kecoa...ini akun FB mu nit? "tanya Tia padaku.
"Weh...kaocoa(resek bahasa kantonis),bukan kecoa tapi kejora aaarrrg..."Umpatku,kesal.
"kan sama aja nit...kamu memang bersinar kinclong,meskipun musim dingin jarang mandi,nah sama kan kaya kecoa?,bukan kejora...bukan,hahahaaa !!!"

Yah begitulah,alhasil temanku semua menjulukiku dengan sebutan konyol kecoa atau di singkat coa.Hal ini berlangsung lama,bahkan hingga sekarang.pssstttt...rahasia lho.
Jemu,mendapat julukan ini akhirnya aku sering rubah nama akunku,ga terhitung dech...berapa kali.Hingga suatu masa,aku ikut sebuah training kepenulisan bersama "Pipit Senja".Aku memang tidak berbakat dalam menulis lepas,apalagi menulis novel.Hanya sedikit suka berpuisi,iseng aku pakai nama pena" Anita Kejora".Sang penulis berpendapat positif,bukan tentang karya tulisku yang jadul sih...tapi tentang nama penaku.
"Anita Kejora yang mana nih orangnya? bagus nama penanya...dik tinggal bikin dan rajin menulis yah,biar terkenal".Ujarnya.

Aku tersipu saja,menurut beliau nick name dua kata itu bakalan mujur.Memang sih masalah hoki tergantung rezeki dari Tuhan,tapi memang banyak orang sukses yang memakai nick name dua kata.Sebut saja Romel Tea(Jurnalist kondang,Jabar),Ratu Bilqis(Penulis BMI),Indie Baren(MC),Indra Safera (MC) dan lainya.

Mengenal sedikit dunia jurnalistik yang juga berhubungan dengan kepenulisan,jelas bukan cita-citaku
hanya jika memang harus seperti ini jalannya,terkenal juga bukan obsesiku.Karena jika boleh memilih,aku ingin seperti Indie Baren hehehee...

Intinya Kejora dan Kecoa,tidak ada bedanya sodara-sodara...."It's just so me...gue banget"